Aku tulis syair ne untuk mu kawan
tentang kisah kita yang tak pernah luput dari ingatan
tentang canda tawa kita terkadang terdengar menggelegar
Motivasi dalam celoteh mu
masih terngiang dipusaran gendang telinga
kala ku mulai rapuh kau merangkul tubuh berlumuran keluh
ketika kita berpacu mengayuh sepeda
mengitari desa dalam hujan yang tak kunjung reda
Rindu-rindu mu kini tak lagi meronta
berubah menjadi buih-buih gelombang
perlahan mengikis tebing keangkuhan hati
sekedar ungkapan betapa aku merindukan mu kawan
Sabar tunggu rindu ku .!!!
esok atau lusa akan tiba saatnya
kita dipertemukan kembali dalam ruang waktu
saling merangkul bersama setumpuk cerita disela tawa
Guratan Pena : Ferdi andria

Tidak ada komentar:
Posting Komentar