yang merekah indah ditaman gersang tandusnya perasaan
menghanyutkan aku dalam sejuta pesona semerbak aroma
Tapi kenapa kau ubah lukisan mawar nan anggun itu
menjadi panah yang busurnya menusuk relung hati yang tak terselami
sakit ketika terbangun dari mimpi
pandangan membuyar lukisan itu memudar
itulah object yang ditangkap oleh sepasang rentina
canvas yang aku tatap penuh dengan warna abu-abu tak menentu
titik keyakinan mati teracuni
aku hanyalah sebuah titian pengungsian
ketika langit hatimu diselimuti awan hitam
cerita gemuruh awan hitam
aku pahat menjadi potongan tongkat
agar kelak aku tak terjatuh pada lubang yang sama
ku lukiskan purnama merah
pada dinding kalbu nan membiru sebagai bentuk gambaran kekecewaan
Guratan tinta :FERDI ANDRIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar