Langkah terpenjara
dalam hujan tak mereda
jendela kaca terpecik gemercik
basah mengembun resah terlantun
terpahat tanya mencari kesalahan
tampa alasan kau beri kata perpisahan
tak bisa ku pahami ku coba untuk mengerti
rasa tak ingin bicara
tak berarti raga ikhlas menerima
biarkan bungkam dalam diam sejuta tanya bersemayam
Percuma luka kian menganga bila Emosi berbicara
lupakan kisah kelabu
mulai berjalan tampamu
seperti hari lalu sebelum mengenalmu
pada halaman 28 dalam catatan harian
aku tulis sepenggal cerita perjalanan dibawah rembulan
tutup telinggamu teruslah berjalan sayang!!
agar tak kau dengar jeritan insan dinisan kekecewaan
Guratan Pena : Ferdi Andria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar